Sabtu, 27 Oktober 2012

Laporan Morfologi, Anatomi, dan Fisiologi Tumbuhan (Anatomi Akar)


LABORATORIUM FARMAKOGNOSI
PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS MIPA
UNIVERSITAS ISLAM MAKASSAR

LAPORAN LENGKAP PRAKTIKUM
MORFOLOGI, ANATOMI DAN FISIOLOGI TUMBUHAN
Percobaan XII : Anatomi Akar



DISUSUN OLEH :
KELOMPOK             : II (DUA)
GOLONGAN             : B
ASISTEN                  : A. BUNGAEDA


PROGRAM STUDI FARMASI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS ISLAM MAKASSAR
MAKASSAR
2011
BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang
Akar merupakan bagian bawah dari sumbu tumbuhan dan biasanya berkembang di bawah permukaan tanah, meskipun terdapat juga akar yang tumbuh di atas tanah. Histogenesis epidermis akar berbeda dengan batang. Pada spermatophyta, xylem primer pada akar bersifat eksark, sedangkan pada batang bersifat endark. Berkas xylem dan floem pada akar tersusun berselang-seling, sedangkan pada batang berkas pengangkutnya kolateral, bikolateral, atau amfivasal. Akar tidak mempunyai alat tambahan yang dapat dibandingkan dengan daun pada batang. Akar tidak mempunyai stomata, tetapi mempunyai tudung akar yang tidak ada kesejajarannya pada batang.
Pada percobaan ini, mahasiswa diharapkan lebih mudah memahami struktur dan anatomi akar atau struktur perkembangan tumbuhan yang merupakan ilmu dasar sehingga mudah dalam mempelajari pengembangannya lebih lanjut.






I. 2 Maksud dan Tujuan Percobaan
I.2.1 Maksud percobaan
                    Maksud percobaan ini adalah untuk memberikan pengetahuan yang lebih mengenai struktur anatomi akar beserta contoh bunga. Selain itu, percobaan ini juga dimaksudkan untuk memberikan pemahaman mengenai struktur anatomi akar dan contoh-contoh anatomi akar.

I.2.2 Tujuan Percobaan
Untuk mengetahui dan mengamati anatomi akar.

                       












BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

II. 1 Teori Umum
           Akar merupakan bagian bawah dari sumbu tumbuhan dan biasanya berkembang di bawah permukaan tanah, meskipun terdapat juga akar yang tumbuh di atas tanah. Histogenesis epidermis akar berbeda dengan batang. Pada spermatophyta, xylem primer pada akar bersifat eksark, sedangkan pada batang bersifat endark. Berkas xylem dan floem pada akar tersusun berselang-seling, sedangkan pada batang berkas pengangkutnya kolateral, bikolateral, atau amfivasal. Akar tidak mempunyai alat tambahan yang dapat dibandingkan dengan daun pada batang.
           Kondisi lingkungan seringkali mempengaruhi pertumbuhan akar. Sistem perakaran tumbuhan yangn hidup di tanah kering biasanya berkembang lebih baik. Pada tumbuhan yang hidup pada tanah berpasir, perkembangan akarnya dangkal, mendatar, dan akar lateral berpasir, lateral menyebar dekat di bawah permukaan tanah. Struktur akar banyak ragamnya. Berdasarkan fungsinya, dikenal akar penyimpan, akar udara, akar skulen, akar panjat, akar penunjang, akar napas (pneumatofor), dan akar yang bersimbiosis dengan jamur (mikoriza).
          

           Berdasarkan asal usulnya, terdapat dua tipe akar, yaitu akar primer dan akar serabut (adventitious). Akar primer berkembang dari ujung embrio yang terbatas, sedangkan akar serabut berkembang dari jaringan akar dewasa atau dari bagian lain tubuh tumbuhan, seperti batang dan daun.
           Sistem akar sebagian besar Dikotil dan Gymnospermae terdiri atas akar tunggang yang membentuk cabang pada sisinya. Bagian dewasa dari akar, yang biasanya mengalami penebalan sekunder, hanya berfungsi sebagai alat pemegang pada tanah dan untuk menyimpan bahan cadangan makanan. Pengambilan air dan garam dilakukan terutama oleh sistem akar yang masih dalam pertumbuhan primer.
           Akar Monokoti dewasa biasanya berupa akar serabut dan berkembang dari batang. Umumnya akar ini tidak mengalami penebalan sekuder.
           Tipe paling umum akar pada Monokoti adalah sistem akar serabut. Radikula yang terdapat dalam biji terdiri atas meristem akar dan terbentuk pada perkecambahan biji. Akar Gymnospermae dan Dikotil berkembang menjadi akar tunggang dengan percabangannya. Pada Monokoti, akar biasanya mati pada awal pertumbuhan dan sistem akar dari tumbuhan dewasa terdiri atas sejumlah akar serabut.
          
          
           Meristem puncak akar lateral berkembang dari jaringan di sebelah dalam, sedangkan kuncup batang berkembang dari jaringan di bagian luar. Karena itu, percabangan akar disebut endogen dan percabangan batang disebut eksogen.
           Pada jarak tertentu dari sel inisial puncak akar, dapat dibedakan jaringan tudung akar, epidermis, korteks akar, dan silinder pusat. Tudung akar terletak pada ujung akar, yang berfungsi melindungi akar dan alat pemantakan akar yang tumbuh ke dalam tanah. Tudung akar terdiri atas sel parenkim hidup yang seringkali berisi tepung. Pada kebanyakan tumbuhan, terbentuk sel pusat tudung akar berbeda dan strukturnya tetap, yang disebut kolumela.
           Sel tudung akar menyereksikan lendir yang mengandung polisakarida. Sekresi diiringi dengan pembengkakan (hipertropi) sisternadiktiosom yang membentuk gelembung besar. Isi gelembung terlepas dari protoplas karena adanya peleburan antara gelembung dan plasmalema. Sel tudung akar ada yang berisi butir tepung yang disebut statolit, yang berfungsi memindahkan rangsang gravitasi ke plasmalema. Sel yang berisi statolit disebut statosis. Statosis berisi amiloplas dan LE. Tudung akar berkembang secara terus-menerus. Sel paling tua akan mati, kemudian diganti sel baru yang dihasilkan oleh sel inisial. Tudung akar terdapat pada semua tumbuhan kecuali pada parasit dan beberapa akar mikorhiza.
           Sel epidermis akar berdiding tipis, biasanya tidak mempunyai kutikula meskipun seringkali dinding terluar sel, termasuk rambut akar, mengalami kutinisasi. Epidermis akar biasanya selapis, kecuali pada akar udara Orchidaceae dan tumbuhan epifit, epidermisnya multilapis dan mempunyai bentuk khusus yang disebut velamen. Epidermis akar dapat membentuk benjolan menjadi rambut akar yang berfungsi untuk menyerap air dan garam. Daerah rambut akar hanya terbatas pada sekitar satu sampai beberapa cm dari ujung akar. Pada tumbuhan tertentu, khususnya tumbuhan air, tidak mempunyai rambut akar. Tumbuhan yang biasa tumbuh di tanah mempunyai rambut akar, sedangkan yang tumbuh di air tidak membentuk rambut akar. Salah satu unsur yang mengendalikan perkembangan rambut akar adalah Ca (Kalsium). Sel epidermis yang dapat membentuk rambut akar disebut trikhoblas.
           Sebagian besar korteks akar Dikotil dan Gymnospermae terdiri atas sel parenkim. Korteks akar biasanya lebih lebar dari korteks batang, dan biasanya berfungsi untuk penyimpanan. Lapisan terdalam dari korteks adalah endodermis. Pada tumbuhan tertentu, misalnya Smilax, Iris, Citrus, dan Phoenix, terdapat lapisan khusus di bawah epidermis yang disebut eksodermis. Pada korteks akar sering terdapat ruang antar sel yang berbentuk secara skizogen. Pada tumbuhan tertentu, yaitu Gramineae dan Cyperaceae, ruang antar sel terbentuk secara lisigen. Pada korteks akar palmae sering terdapat saluran udara yang besar. Sel parenkim korteks tidak mempunyai klorofil, tetapi pada tumbuhan air, akar udara, dan epifit, terdapat klorofil.
           Pada kebanyakan tumbuhan, dinding sel subepidermis bagian luar dari korteks menjadi bergabus. Sel ini disebut eksodermis, dan mempunyai sifat sitokimia dan struktur sama dengan endodermis. Sel endodermis protoplas hidup. Pada Pteridophyta, eksodermis tidak berkembang. Ketebalan eksodermis beragam, dari hanya satu lapisan hingga beberapa lapisan sel.
           Endodermis membatasi bagian dalam akar dengan korteks. Pada akar primer tampak pita Caspary pada dinding menjari endodermis. Sel endodermis akar tumbuhan tertentu terus-menerus membelah antiklin selama tahap penebalan sekunder. Pada kebanyakan Angiospermae, Pteridophyta, dan beberapa Gymnospermae, endodermis tetap dalam bentuk primer. Pada tumbuhan lain terbentuk lamela dari suberin pada sisi dalam dinding primer, termasuk pita Caspary. Lapisan ini membuat dinding menjari an membujur di bagian dalam sehingga sel endodermis semakin tebal. Penebalan dinding endodermis berlignin, dan terjadi tidak secara serentak. Sel endodermis yang berhadapan dengan xylem sering kali tidak mengalami penebalan, hanya mempunyai pita Caspary saja. Sel yang dindingnya tetap tipis ini disebut sel pelalu (passage cell).
II. 2        Uraian Bahan (FI ... IV)
1.    Flouroglusin
Nama resmi                 :    Trihidros
Nama lain                    :    Flouroglusin
RM                                 :    C6H3(OH)3
Pemerian                     :    Hablur/serbuk hablur, putih atau kekuningan.
Kelarutan                     :    Sukar larut dalam air, larut dalam etanol (95%) dan dalam ether.
Cara pembuatan         :    Larutkan flouroglusin P 1% b/v dalam etanol (90%) P di mana flouroglusin 1% yaitu 1 gram flouroglusin dilarutkan ke dalam 100 ml air.
Fungsi flouroglusin   :    Untuk memperjelas struktur anatomi akar saat dilakukan penglihatan dengan mikroskop. Bagian-bagian yang diperjelas untuk flouroglusin adalah xylem dan floem pada akar.





II. 3 Klasifikasi Tanaman

1.    Akar bandotan (Ageratum conyzoldes)
Kingdom      : Plantae
Divisi                        : Spermatophyta
Sub Divisi   : Angiospermae
Class            : Dikotil
Ordo             : Asterales
Family          : Asteraceae
Genus          : Ageratum
Species       : Ageratum conyzolades
2.    Akar bayam duri (Amaranthus spinosus)
Kingdom        : Plantae
Divisi              : Spermatophyta
Sub Divisi      : Angiospermae
Class              : Dikotil
Sub Class     : Apetalae
Ordo               : Amaranthales
Family                        : Amaranthaceae
Genus                        : Amaranthus
Species          : Amaranthus spinosus
3.    Akar sidaguri (Sida retusa)
Kingdom        : Plantae
Divisi              : Spermatophyta
Sub Divisi      : Angiospermae
Class              : Dikotil
Sub Class     : Dialypetalae
Ordo               : Malvales
Family                        : Malvaceae
Genus                        : Sida
Species          : Sida retusa
















BAB III
METODE PERCOBAAN

III. 1 Alat dan Bahan Yang Digunakan
III. 1. 1 Alat Yang Digunakan
-Silet
-Pensil
-Penggaris
-Balpoin
-Mikroskop
-Deg glas/objek glas

III. 1. 2 Bahan Yang Digunakan
-Akar bandotan (Ageratum conyzolades)
-Akar bayam duri (Amaranthus spinosus)
-Akar sidaguri (Sida retusa)
-Floroglusin







III. 2 Cara Kerja
-        Disiapkan alat dan bahan
-        Dipotong melintang akar tersebut dengan menggunakan silet
-        Hasil potongannya diletakkan di objek glas
-        Diteteskan flouroglusin kemudian dipanaskan dengan spiritus
-        Ditutup dengan dek glas
-        Diamati di bawah mikroskop
-        Digambar dan diberi keterangan













BAB IV
HASIL PENGAMATAN

IV.1   Gambar dan Keterangan Gambar

Anatomi akar bandotan (Ageratum conyzoides)
Keterangan gambar
1.    Lapisan gabus
2.    Parenkim korteks
3.    Sel secret
4.    Sel batu
5.    Parenkim floem
6.    Floem
7.    Jaringan teras
8.    Trakea
9.    Serabut







Anatomi akar bayam duri
Keterangan gambar

1.    Epidermis akar
2.    Jaringan palisade
3.    Epidermis bawah
4.    Rambut penutup
5.    Stomata
6.    Xilem
7.    Kolenkim

Anatomi akar bayam duri
Keterangan gambar
1.    Epidermis
2.    Endodermis
3.    Xilem
4.    Floem





BAB V
PEMBAHASAN

1.    Akar bandotan (Ageratum conyzolades). Korteks akar terdiri dari sel parenkim yang membentuk jaringan sinambung dan berfungsi sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan sedangkan endodermis berfungsi mengatur aliran nutrien dari korteks menuju ke pembuluh, dimana sel-selnya ditutup oleh pita tahan air (karena suberin) yang tipis biasa disebut pita caspar. Tipe berkas pembuluh konsentris amphyvasal di mana floem berada di tengah-tengah sedangkan xylem mengelilingi floem, dan lapisan paling dalam berkembang menjadi endodermis dan satu dari beberapa lapisan korteks paling luar berkembang menjadi endodermis. Serta jaringan gabus terdiri dari beberapa lapis  sel berbetuk poligonal, dinding sel tebal berlapis tipis-tipis.
2.    Akar bayam duri (Amaranthus spinosus). Epidermis yang juga berderivat menjadi rambut akar untuk memperluas bidang penyerapan air, dan jaringan korteks pada akar lebih tebal dari korteks pada batang. Jaringan korteks terdiri dari parenkim penyimpanan dengan rongga sel yang luas. Perisikel merupakan deferensiasi dari permukaan silinder kambium, stele pada akar ini memiliki susunan floem terpisah berselang-seling di sebelah luar lingkaran xylem, namun struktur ini tidak berkembang ke pusat akar. Pada endodermis terdapat pita kaspari yang membedakan anatomi akar dan tumbuhan.
3.    Akar Sidaguri (Sida retusa). Merupakan akar dikotil,karena  akar ini mempunyai kambium dan tidak mempunyai empulur sempit dan jumlah lengan xylem antara 2 - 6. Letak xylem di dalam dan floem di luar kambium sebagai pembatas, serta tipe stomata parasitik.

















BAB VI
PENUTUP

              VI. I Kesimpulan
1.    Akar bandotan (Ageratum conyzolades).
2.    Akar bayam duri (Amaranthus spinosus).
3.    Akar Sidaguri (Sida retusa)

              VI. 2 Saran
Kami selaku praktikan berharap agar kegiatan praktikum dapat dilaksanakan tepat pada waktu yang telah ditentukan agar praktikan dapat menyelesaikan segala tugas yang diberikan di dalam laboratorium.











DAFTAR PUSTAKA

1.    Yasir Yasnidar, Rusdi.M. , (2011), Penuntun Praktikum Morfologi, Anatomi Dan Fisiologi Tumbuhan, UIM University Press, Makassar.
2.    Mulyani E.S, Sri. , (2006), Anantomi Tumbuhan, Kansius, Yogyakarta.
3.    Tim Penyusun. , (1989), Materia Medika Indonesia, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar